Pekarangan Produktif Disulap Menjadi Peluang Bisnis Baru Melalui Inovasi Pertanian Modern dan Strategi Pemasaran Digital

Pangandaran, 15 Juli 2026 – Universitas Padjadjaran (Unpad) melalui Program Studi Ilmu Komunikasi Kampus Pangandaran, Fakultas Ilmu Komunikasi, terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) dengan menghadirkan pelatihan Social Media Branding & Digital Marketing bertema “Transformasi Pekarangan Produktif Menjadi Komoditas Ekonomi Kreatif” di Desa Cintaratu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Cintaratu tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong masyarakat desa, khususnya generasi muda yang tergabung dalam Karang Taruna, agar mampu melihat pekarangan rumah bukan hanya sebagai ruang kosong, tetapi sebagai aset produktif yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan baru. Melalui perpaduan teknologi pertanian hidroponik dan strategi pemasaran digital, masyarakat diberikan pemahaman bahwa sektor pertanian modern memiliki peluang besar untuk berkembang apabila dikelola dengan pendekatan inovasi, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi informasi.
Pelatihan ini diikuti oleh 36 peserta yang berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari anggota Karang Taruna, perangkat Desa Cintaratu, kelompok masyarakat, hingga pengelola kegiatan desa. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan produk pertanian lokal yang memiliki nilai tambah ekonomi sekaligus mampu menjangkau pasar yang lebih luas melalui pemanfaatan media digital.
Kolaborasi Universitas, Pemerintah Daerah, dan Masyarakat untuk Membangun Desa Mandiri

Pelaksanaan kegiatan ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Pangandaran dan Pemerintah Desa Cintaratu. Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ade Suryadi selaku Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Hernayadi, S.Pd selaku Kepala Desa Cintaratu, Konda Rukonda selaku Sekretaris Desa Cintaratu, serta Toni Nurhuda selaku Ketua Karang Taruna Desa Cintaratu.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bukti adanya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan. Melalui pendekatan kolaboratif, program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata, tetapi mampu menghasilkan praktik nyata berupa pengembangan usaha masyarakat berbasis pertanian modern dan pemasaran digital.
Universitas Padjadjaran melihat bahwa desa memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru apabila masyarakat diberikan akses terhadap pengetahuan, teknologi, serta strategi pengelolaan usaha yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Hidroponik Sebagai Alternatif Pertanian Modern Bernilai Ekonomi

Salah satu materi utama dalam kegiatan ini adalah pelatihan budidaya tanaman hidroponik yang disampaikan oleh Tahmo Cahyono, seorang praktisi hidroponik yang memberikan pemahaman mengenai konsep dasar, teknik budidaya, jenis instalasi, pengelolaan nutrisi, hingga peluang bisnis dari tanaman hidroponik.
Dalam pemaparannya, Tahmo menjelaskan bahwa hidroponik merupakan metode bercocok tanam dengan memanfaatkan air sebagai media utama sehingga dapat diterapkan pada lahan terbatas. Teknologi ini dinilai cocok untuk kawasan perkotaan maupun pedesaan yang ingin mengoptimalkan pekarangan rumah sebagai lahan produktif.
Melalui sistem hidroponik, masyarakat dapat menghasilkan berbagai komoditas seperti selada, bayam, kangkung, sawi, hingga tanaman herbal dengan kualitas yang lebih terkontrol. Selain efisien dalam penggunaan lahan dan air, sistem ini juga memberikan peluang usaha karena produk hidroponik memiliki pasar yang semakin berkembang, terutama untuk kebutuhan rumah tangga sehat, restoran, katering, dan industri kuliner.
Dalam kegiatan tersebut juga dipaparkan analisis usaha budidaya selada hidroponik dengan kapasitas 1.000 pohon selama enam bulan. Berdasarkan perhitungan yang disampaikan, usaha tersebut memiliki potensi menghasilkan pendapatan sekitar Rp15 juta dengan estimasi keuntungan mencapai Rp8,57 juta setelah memperhitungkan biaya produksi. Angka tersebut menunjukkan bahwa hidroponik tidak hanya menjadi solusi ketahanan pangan keluarga, tetapi juga memiliki peluang sebagai usaha ekonomi kreatif berbasis desa.
Marketing Digital Membuka Jalan Produk Desa Menembus Pasar Lebih Luas

Selain penguatan sektor produksi, kegiatan ini juga memberikan perhatian besar terhadap aspek pemasaran melalui materi digital marketing dan branding produk. Materi tersebut disampaikan oleh Galang Ikhwan Aji Sabda, S.I.Kom., M.I.Kom. serta Azizul Rahman, S.I.Kom., M.I.Kom., yang memberikan pemahaman kepada peserta mengenai bagaimana membangun identitas produk, membuat strategi komunikasi pemasaran, dan memanfaatkan platform digital untuk meningkatkan daya jual produk pertanian masyarakat.
Dalam sesi marketing digital, peserta diberikan pemahaman bahwa kualitas produk saja belum cukup untuk memenangkan persaingan pasar. Produk lokal perlu memiliki cerita, identitas merek, tampilan visual yang menarik, serta strategi komunikasi yang mampu menjangkau calon konsumen.

Azizul memberikan materi mengenai strategi pemasaran digital yang dapat diterapkan oleh pelaku usaha desa, mulai dari pemanfaatan media sosial sebagai etalase digital, pembuatan konten kreatif, penyusunan pesan promosi, hingga bagaimana membangun hubungan dengan konsumen melalui berbagai platform online.
Peserta juga diperkenalkan dengan strategi pembuatan konten untuk media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan WhatsApp Business agar produk hidroponik Desa Cintaratu dapat dikenal oleh masyarakat yang lebih luas. Pendekatan digital marketing ini diharapkan mampu membantu masyarakat tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun merek lokal yang memiliki nilai dan daya saing.
Melalui kombinasi antara kemampuan produksi dan kemampuan pemasaran, masyarakat Desa Cintaratu diharapkan mampu menciptakan rantai usaha yang lebih lengkap, mulai dari proses budidaya, pengemasan produk, promosi digital, hingga pemasaran kepada konsumen akhir.
Unpad Dorong Keberlanjutan Program melalui Pendampingan dan Pengembangan Usaha Desa

Sebagai bentuk keberlanjutan program, Universitas Padjadjaran akan melakukan serah terima instalasi hidroponik kepada Desa Cintaratu sebagai sarana praktik dan pengembangan usaha masyarakat. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat sekaligus menjadi awal pengembangan kelompok usaha hidroponik desa.
Selain itu, program ini juga membuka peluang dukungan pengembangan melalui berbagai skema kemitraan, termasuk potensi dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk memperkuat kapasitas kelompok pertanian masyarakat.
Tim pelaksana PPM Universitas Padjadjaran menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keberlanjutan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan perguruan tinggi. Dengan adanya dukungan pengetahuan, teknologi, serta strategi pemasaran digital, Desa Cintaratu memiliki peluang untuk mengembangkan model ekonomi kreatif berbasis pertanian modern yang dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya.
Melalui program ini, Universitas Padjadjaran berharap masyarakat Desa Cintaratu tidak hanya mampu menghasilkan produk pertanian berkualitas, tetapi juga mampu membangun merek lokal yang kuat dan mandiri melalui pemanfaatan teknologi digital.


