Kampung Nelayan Merah Putih Pangandaran: Momentum Mewujudkan Pesisir Berdaya Saing dan Mendukung Pencapaian SDGs

Nurani Khoerunnisa , M.Si
Dosen Perikanan Laut Tropis, Kampus PSDKU Pangandaran Universitas Padjadjaran

Kabupaten Pangandaran dikenal sebagai salah satu wilayah pesisir dengan potensi perikanan tangkap yang sangat besar di pesisir selatan Jawa Barat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Pangandaran memiliki garis pantai sekitar 91 kilometer yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia sebagai wilayah pengelolaan perikanan (WPP) 573 menjadikan wilayah ini memiliki sumber daya ikan yang melimpah serta menjadi tumpuan mata pencaharian ribuan nelayan. Berbagai jenis ikan pelagis dan demersal didaratkan setiap hari di tempat pendaratan ikan maupun pelabuhan perikanan, sehingga sektor perikanan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Potensi tersebut merupakan modal penting yang harus dikelola secara berkelanjutan agar mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian sumber daya laut.

Dalam konteks tersebut, pemerintah melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menghadirkan sebuah pendekatan pembangunan yang lebih komprehensif. Program ini tidak sekadar membangun infrastruktur fisik, tetapi juga mentransformasi kawasan pesisir menjadi kawasan yang modern, produktif, dan berdaya saing. Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, menjadi peluang strategis untuk memperkuat sektor perikanan tangkap sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Selama ini kehidupan masyarakat nelayan masih menghadapi berbagai tantangan yang bersifat multidimensi. Permukiman yang belum sepenuhnya layak, keterbatasan infrastruktur pendukung, akses terhadap teknologi penangkapan dan pascapanen yang masih rendah, fluktuasi harga ikan, hingga kerentanan terhadap cuaca ekstrem dan bencana pesisir menjadi persoalan yang memengaruhi tingkat kesejahteraan nelayan. Tidak sedikit nelayan yang masih bergantung pada sistem pemasaran tradisional dengan nilai tambah yang relatif kecil karena hasil tangkapan dijual dalam bentuk segar tanpa proses pengolahan yang optimal.

Program Kampung Nelayan Merah Putih menawarkan solusi yang lebih terintegrasi terhadap berbagai persoalan tersebut. Fasilitas yang direncanakan, seperti dermaga sandar perahu, tempat pendaratan ikan, tempat pelelangan ikan, cold storage, fasilitas pembekuan ikan, pabrik es, stasiun pengisian bahan bakar nelayan, bengkel mesin, kios nelayan, sentra UMKM, balai pertemuan, masjid, hingga ruang pemberdayaan nelayan, dirancang untuk membentuk satu ekosistem ekonomi pesisir yang saling terhubung. Infrastruktur tersebut memungkinkan nelayan tidak hanya menangkap ikan, tetapi juga memperoleh nilai tambah melalui penyimpanan, pengolahan, pemasaran, hingga pengembangan usaha berbasis hasil perikanan.

Bagi Pangandaran, keberadaan KNMP memiliki arti yang sangat strategis. Kabupaten ini tidak hanya memiliki potensi sumber daya ikan yang tinggi, tetapi juga didukung oleh sektor pariwisata yang berkembang pesat. Sinergi antara perikanan dan pariwisata dapat menciptakan peluang ekonomi baru, seperti wisata kuliner berbasis hasil laut, edukasi perikanan, serta pengembangan produk olahan perikanan khas Pangandaran. Dengan demikian, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan oleh nelayan, tetapi juga oleh pelaku UMKM, perempuan pesisir, generasi muda, dan masyarakat sekitar.

Lebih dari sekadar program pembangunan kawasan, Kampung Nelayan Merah Putih juga memiliki keterkaitan erat dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Selama ini sektor kelautan sering kali hanya dikaitkan dengan SDG 14 (Life Below Water). Padahal, dampak KNMP jauh lebih luas dan berkontribusi terhadap berbagai tujuan pembangunan lainnya.

Pertama, KNMP mendukung SDG 1 (No Poverty) melalui peningkatan pendapatan dan pengurangan kemiskinan masyarakat pesisir. Infrastruktur yang lebih baik dan sistem pemasaran yang lebih efisien diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan nelayan. Kedua, program ini berkontribusi pada SDG 2 (Zero Hunger) karena memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produksi dan distribusi ikan sebagai sumber protein berkualitas bagi masyarakat.

Selanjutnya, pengembangan sentra UMKM dan aktivitas ekonomi baru di kawasan pesisir mendukung SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan menciptakan lapangan kerja yang lebih produktif dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Pembangunan fasilitas seperti cold storage, pabrik es, dan tempat pelelangan ikan juga mencerminkan implementasi SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penyediaan infrastruktur yang modern dan peningkatan inovasi dalam rantai pasok perikanan.

Program ini juga memiliki hubungan erat dengan SDG 10 (Reduced Inequalities) karena bertujuan mengurangi kesenjangan pembangunan antara kawasan pesisir dan wilayah perkotaan melalui pemerataan akses terhadap fasilitas, teknologi, dan layanan ekonomi. Pada saat yang sama, pembangunan kawasan pesisir yang lebih tertata dan tangguh mendukung SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) dengan menciptakan lingkungan permukiman nelayan yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Selain itu, KNMP dapat mendorong penerapan praktik perikanan yang lebih bertanggung jawab sehingga mendukung SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui penanganan hasil tangkapan yang lebih efisien, pengurangan kehilangan hasil (post-harvest loss), dan peningkatan kualitas produk perikanan. Sementara itu, peningkatan kesiapsiagaan terhadap perubahan iklim dan bencana pesisir melalui pembangunan infrastruktur yang adaptif juga berkontribusi pada SDG 13 (Climate Action). Tentu saja, tujuan utama program ini tetap selaras dengan SDG 14 (Life Below Water) melalui pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan agar produktivitas perikanan dapat terus terjaga bagi generasi mendatang.

Namun demikian, keberhasilan Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas yang dibangun. Keberlanjutan program sangat bergantung pada kualitas tata kelola, partisipasi masyarakat, penguatan kelembagaan nelayan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan masyarakat pesisir. Infrastruktur yang modern harus diimbangi dengan kemampuan nelayan dalam mengelola usaha, memanfaatkan teknologi, menerapkan praktik penangkapan ikan yang bertanggung jawab, serta memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat.

Pangandaran memiliki seluruh modal dasar untuk menjadi contoh keberhasilan pembangunan kawasan pesisir di Indonesia. Kekayaan sumber daya perikanan, dukungan sektor pariwisata, budaya masyarakat pesisir yang kuat, serta hadirnya Kampung Nelayan Merah Putih merupakan kombinasi yang sangat potensial untuk menciptakan kawasan pesisir yang lebih maju, produktif, dan berdaya saing. Jika dikelola secara konsisten dan berkelanjutan, KNMP bukan hanya akan meningkatkan kesejahteraan nelayan Pangandaran, tetapi juga menjadi model pembangunan pesisir yang mampu mempercepat pencapaian berbagai target SDGs di Indonesia.

Tags

Share this post:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cari, Jelajahi, Temukan