Sinergi Vokasi untuk Ekonomi Maritim: Peran Strategis SekolahVokasi UNPAD Melalui Kolaborasi Program Studi PariwisataBahari dan Program Studi Administrasi Keuangan Publik

Oleh: Dr. Mia Rosmiati, S.IP., M.Si.
(Dosen Program Studi Administrasi Keuangan Publik (AKP) Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran)

Sekolah Vokasi sebagai Penghubung Dunia Pendidikan dan Industri

Dunia industri saat ini bergerak dengan sangat cepat, didorong oleh perkembangan teknologi, digitalisasi, serta perubahan kebutuhan pasar yang semakin dinamis. Dalam ekosistem ekonomi yang kompetitif tersebut, perguruan tinggi tidak hanya dituntut untuk menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang relevan dan siap diterapkan di dunia kerja.

Dalam konteks inilah pendidikan tinggi vokasi memiliki peran strategis sebagai institusi pencetak tenaga profesional yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan industri. Sekolah Vokasi hadir sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA) melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik, pengalaman kerja nyata, serta penguatan kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran (UNPAD) memiliki 14 Program Studi yang seluruhnya mengusung jargon lulusan SAE (Sustainable, Adaptive, dan Employable). Konsep SAE menggambarkan profil lulusan vokasi UNPAD yang memiliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan, berkontribusi secara berkelanjutan, serta memiliki daya saing tinggi dalam dunia kerja.

Program Sarjana Terapan di Sekolah Vokasi UNPAD dirancang dengan proporsi pembelajaran praktik yang lebih besar dibandingkan pendidikan akademik konvensional. Pendekatan ini bertujuan memastikan mahasiswa tidak hanya memahami konsep teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan tersebut dalam lingkungan profesional.

Secara umum, peran strategis Sekolah Vokasi bagi dunia industri meliputi:

1. Penyedia Talenta Siap Kerja (Job-Ready Graduates)

Kurikulum pendidikan vokasi disusun berdasarkan standar kompetensi kerja nasional, seperti Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), serta kebutuhan nyata industri (industry-led curriculum). Dengan pendekatan tersebut, lulusan vokasi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan sehingga mampu meminimalkan masa adaptasi ketika memasuki dunia kerja.

2. Mitra Inovasi dan Penyelesaian Masalah Industri

Sekolah vokasi tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi mitra industri dalam menghasilkan solusi berbasis riset terapan (applied research). Melalui pengalaman praktik, proyek kolaboratif, dan keterlibatan langsung dengan dunia industri, mahasiswa mendapatkan pemahaman nyata mengenai tantangan operasional yang terjadi di lapangan.

3. Pusat Peningkatan Kualitas SDM (Upskilling & Reskilling)

Melalui program magang industri, pelatihan, serta sertifikasi kompetensi, sekolah vokasi menjadi wadah peningkatan keterampilan bagi mahasiswa maupun lulusan agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang terus berubah.

4. Mendukung Efisiensi Rekrutmen Industri

Program magang dan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) memungkinkan industri mengenali serta menyeleksi calon tenaga kerja potensial sejak dini. Dengan demikian, sekolah vokasi turut berperan sebagai penyedia talent pool yang membantu industri mengurangi biaya rekrutmen dan pelatihan awal.

Adapun 14 Program Studi yang terdapat di Sekolah Vokasi UNPAD meliputi:

  • Administrasi Keuangan Publik (AKP)
  • Administrasi Pemerintahan (AdPem)
  • Akuntansi Perpajakan (AkunJak)
  • Akuntansi Sektor Publik (ASP)
  • Manajemen Produksi Media (MPM)
  • Pemasaran Digital (PemDig)
  • Kearsipan Digital (KD)
  • Bisnis Internasional (BI)
  • Bisnis Logistik (BisLog)
  • Pariwisata Bahari (ParBah)
  • Teknologi Industri Kimia (TIK)
  • Agroteknopreneur (AGP)
  • Bahasa dan Budaya Tiongkok (BBT)
  • Kebidanan

Setiap program studi memiliki visi dan misi yang berkontribusi terhadap pengembangan industri nasional. Salah satu bentuk kontribusi tersebut diwujudkan melalui kolaborasi lintas disiplin, seperti sinergi antara Program Studi Pariwisata Bahari (ParBah) dan Administrasi Keuangan Publik (AKP).

Kontribusi Program Studi Pariwisata Bahari Sekolah Vokasi UNPAD bagi Dunia Industri

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan kekayaan maritim yang luar biasa. Potensi tersebut menjadikan sektor Pariwisata Bahari (Marine Tourism) sebagai salah satu sektor strategis dalam pertumbuhan ekonomi nasional, mulai dari wisata konservasi laut, olahraga air, hingga industri pelayaran wisata (cruise tourism).

Namun, perkembangan sektor pariwisata bahari masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya keterbatasan tenaga profesional yang tidak hanya memahami aspek manajemen pariwisata, tetapi juga memiliki pemahaman teknis mengenai kelautan, konservasi, dan standar keselamatan.

Sekolah Vokasi UNPAD melalui Program Studi Pariwisata Bahari hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan pendidikan berbasis praktik, kolaborasi industri, serta pendekatan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.

Melalui program riset terapan dosen, magang industri, serta kemitraan strategis dengan berbagai pihak seperti operator wisata bahari, pengelola kawasan konservasi, marina, dan instansi kelautan, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung yang relevan dengan kebutuhan industri.

Kontribusi Program Studi Pariwisata Bahari antara lain:

  • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor wisata bahari.
  • Membantu pengembangan destinasi wisata pesisir yang berkelanjutan.
  • Mendukung digitalisasi pemasaran pariwisata.
  • Membantu masyarakat pesisir membangun desa wisata yang mandiri.
  • Menjaga keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan konservasi lingkungan laut.

Lulusan Program Studi Pariwisata Bahari dibekali berbagai kompetensi yang tersertifikasi, termasuk:

  • Pengelolaan destinasi wisata berkelanjutan (sustainable tourism).
  • Konservasi ekosistem laut seperti terumbu karang dan mangrove.
  • Manajemen bisnis dan hospitality kawasan pesisir.
  • Pengelolaan resort pesisir.
  • Manajemen operasional wisata bahari.
  • Pengelolaan pelayanan wisata berbasis kepuasan pelanggan.

Selain kompetensi utama tersebut, mahasiswa juga memiliki kesempatan mengikuti sertifikasi tambahan terkait standar keselamatan internasional dan sertifikasi penyelaman nasional maupun internasional. Hal ini menjadi penting karena aktivitas wisata bahari memiliki tingkat risiko tinggi yang dipengaruhi oleh faktor alam seperti arus, cuaca, dan kondisi laut.

Sinergi Interdisipliner: Kolaborasi Pariwisata Bahari dan Administrasi Keuangan Publik

Pengelolaan sektor pariwisata bahari modern tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis lapangan dan pelayanan wisata, tetapi juga membutuhkan tata kelola keuangan yang transparan, pengelolaan anggaran yang efektif, serta perencanaan finansial yang strategis.

Hal tersebut menjadi semakin penting karena banyak destinasi wisata bahari berkaitan dengan aset publik seperti kawasan konservasi, wilayah pesisir, serta kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta melalui skema Public-Private Partnership.

Melalui kolaborasi Program Studi Pariwisata Bahari (ParBah) dan Administrasi Keuangan Publik (AKP), Sekolah Vokasi UNPAD menghadirkan pendekatan multidisipliner dalam menjawab kebutuhan industri pariwisata maritim.

Beberapa bentuk kolaborasi yang dilakukan antara lain:

1. Optimalisasi Tata Kelola Keuangan Destinasi Wisata Bahari

Pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil sering berkaitan dengan regulasi keuangan negara, retribusi daerah, serta Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kolaborasi ParBah dan AKP memungkinkan mahasiswa memahami pengelolaan destinasi dari dua perspektif: operasional pariwisata dan akuntabilitas keuangan publik.

2. Penyusunan Studi Kelayakan Bisnis dan Anggaran Proyek Wisata

Pengembangan infrastruktur wisata seperti marina, pusat konservasi, atau fasilitas pendukung pariwisata membutuhkan analisis biaya dan manfaat (cost-benefit analysis) yang tepat.

Mahasiswa kedua program studi dapat bekerja sama menyusun proposal bisnis maupun feasibility study yang memiliki nilai komersial sekaligus memenuhi prinsip tata kelola administrasi publik.

3. Pengelolaan Keuangan BUMDes Pesisir

Melalui proyek kolaboratif, mahasiswa ParBah dan AKP dapat mendampingi masyarakat pesisir dalam membangun tata kelola keuangan desa yang transparan dan akuntabel. Hal ini mendukung pengelolaan dana wisata desa agar memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat lokal.

4. Melahirkan Lulusan dengan Kompetensi Multidisiplin

Sinergi kedua program studi menghasilkan lulusan yang memiliki perspektif lebih luas. Lulusan Pariwisata Bahari memahami aspek kebijakan fiskal dan tata kelola publik, sementara lulusan Administrasi Keuangan Publik memahami karakteristik industri pariwisata.

Kombinasi kompetensi tersebut menjadikan mereka tenaga profesional yang mampu mendukung transformasi ekonomi maritim Indonesia secara menyeluruh.

Kesimpulan

Sekolah vokasi perguruan tinggi bukan lagi sekadar alternatif pendidikan, melainkan menjadi kebutuhan strategis dalam menghadapi perkembangan ekonomi modern. Melalui hubungan erat antara dunia pendidikan dan industri, tercipta ekosistem kolaboratif yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, perguruan tinggi, industri, serta masyarakat.

Khusus pada sektor pariwisata bahari dan keuangan publik, kolaborasi antara Program Studi Pariwisata Bahari dan Administrasi Keuangan Publik Sekolah Vokasi UNPAD menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan multidisipliner dapat menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan adaptif.

Sinergi kedua bidang tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung pengelolaan potensi maritim Indonesia agar mampu berkembang secara berkelanjutan dan memiliki daya saing global.

Tags

Share this post:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cari, Jelajahi, Temukan