Pangandaran, 30 Oktober 2025 – Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran sukses melaksanakan kegiatan pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Cibanten, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Program ini merupakan bagian dari komitmen Unpad dalam mendukung kemandirian ekonomi lokal berbasis potensi daerah dan pariwisata berkelanjutan.
Kegiatan bertajuk “UMKM Tangguh, Desa Cibanten Maju – Membangun Ekonomi Kreatif Berbasis Pariwisata” tersebut menjadi wadah sinergi antara akademisi, pelaku usaha lokal, dan pemerintah desa dalam memperkuat daya saing UMKM. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Cibanten dan dihadiri oleh pelaku usaha mikro, komunitas pengrajin, serta perangkat desa.

Rangkaian Kegiatan Lapangan
Program PPM ini telah berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2025 dengan serangkaian kegiatan terstruktur.
Tahapan awal dilakukan melalui survei dan observasi lapangan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan kendala UMKM di Cibanten. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha memiliki produk berkualitas, namun menghadapi keterbatasan dalam hal pengemasan, perizinan, dan strategi promosi.
Selanjutnya, tim melakukan pengambilan konten video dan foto dokumentasi UMKM sebagai bahan promosi digital. Dokumentasi mencakup aktivitas pengrajin tas anyaman Kamuti serta produsen makanan tradisional khas Cibanten. Langkah ini tidak hanya untuk mengangkat profil UMKM, tetapi juga memperkuat strategi branding berbasis cerita lokal (storytelling marketing).
Kegiatan diakhiri dengan workshop interaktif yang menggabungkan sesi materi, diskusi, dan praktik langsung bersama para pelaku UMKM.
Materi dan Pemateri
Dalam kegiatan workshop, Tofa Waluyo Alifya, S.Pt., MBA, selaku Ketua Tim PPM, membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya membangun daya saing lokal melalui inovasi kemasan dan kolaborasi lintas sektor. “Desa Cibanten memiliki potensi ekonomi yang kuat melalui wisata dan kearifan lokal. Namun potensi itu harus dikemas secara profesional agar produk UMKM bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” ungkapnya.

Materi utama bertajuk “Peranan Kemasan dan Labeling untuk Meningkatkan Nilai Tambah Produk” disampaikan oleh Tofa Waluyo. Dalam paparannya, ia menjelaskan fungsi strategis kemasan, mulai dari perlindungan produk, estetika, hingga peranannya dalam membangun identitas merek. Ia juga menyoroti pentingnya informasi label seperti nomor PIRT, komposisi, dan sertifikasi halal sebagai bagian dari kepercayaan konsumen dan syarat menembus pasar retail modern.

Sesi berikutnya menghadirkan Luthfi Thirafi, S.E., M.E., dosen Departemen Administrasi Bisnis FISIP Unpad, yang membawakan materi “Membangun UMKM Berbasis Komunitas di Tengah Potensi Pariwisata Pangandaran.”
Dalam pemaparannya, Luthfi menekankan bahwa kekuatan utama UMKM lokal terletak pada solidaritas komunitas dan gotong royong. Ia menjelaskan bahwa UMKM yang berkembang bukan hanya mengandalkan individu, melainkan dukungan kelompok yang saling menopang.
“Model pengembangan berbasis komunitas akan membuat UMKM lebih tangguh. Ketika desa memiliki identitas ekonomi bersama, seperti produk unggulan khas daerah, nilai tambahnya akan kembali ke masyarakat,” jelasnya.
Materi Luthfi juga menyoroti strategi praktis untuk memperkuat kolaborasi antar-UMKM, BUMDes, dan lembaga pendukung, termasuk perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Ia mendorong terbentuknya jejaring antar komunitas usaha lokal serta sinergi dengan sektor pariwisata agar produk Cibanten dapat menjadi bagian dari daya tarik wisata Pangandaran.

Sementara itu, Galang Ikhwan Aji Sabda, S.I.Kom., M.I.Kom., dan Azizul Rahman, S.I.Kom., M.I.Kom., membuat liputan konten video yang mengangkat terkait UMKM dan memberikan tutorial agar produk UMKM ini bisa lebih dikenal secara luas.
Dampak dan Harapan
Melalui kegiatan PPM ini, pelaku UMKM di Cibanten mendapatkan pemahaman komprehensif tentang pengelolaan produk, mulai dari desain kemasan, perizinan, hingga strategi pemasaran. Peserta juga memperoleh kesempatan konsultasi langsung untuk memperbaiki kemasan produk serta merancang identitas merek yang lebih menarik.
Program ini juga berhasil menumbuhkan semangat kolaborasi antar pelaku usaha lokal. Beberapa peserta mengaku termotivasi untuk memperbaiki tampilan produk mereka serta membentuk kelompok kerja kecil agar dapat saling mendukung dalam produksi dan pemasaran.
Dalam penutup kegiatan, Tofa menegaskan komitmen tim Unpad untuk terus mendampingi UMKM lokal. “Kami ingin Desa Cibanten menjadi contoh pengembangan UMKM berbasis komunitas yang mampu memanfaatkan potensi wisata. Pendekatan akademik kami berorientasi pada keberlanjutan dan kemandirian masyarakat,” ujarnya.
Tentang Program PPM Unpad
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran merupakan bagian dari kegiatan tridarma perguruan tinggi yang fokus pada pemberdayaan masyarakat di wilayah pesisir dan wisata. Tahun 2025 ini, kegiatan diarahkan pada tema “Penguatan Ekonomi Kreatif Desa Wisata melalui Pengembangan UMKM Berbasis Komunitas.”
Tim pelaksana terdiri dari:
- Ketua: Tofa Waluyo Alifya, S.Pt., MBA.
- Anggota: Galang Ikhwan Aji Sabda, S.I.Kom., M.I.Kom.; Azizul Rahman, S.I.Kom., M.I.Kom.
- Pemateri Tamu: Luthfi Thirafi, S.E., M.E.


